Efesus 6:1-9 "Taat Dan Kasih" // MTPJ Minggu 28 Juni - 4 Juli 2026
(Refleksi Firman dalam ibadah subuh pukul 5.30 di GMIM Bethel Winangun)
Shallom… puji Tuhan atas kemurahan Tuhan yang selalu memberkati kita setiap
saat... saya cukup yakin bahwa dalam ibadah subuh saat ini tidak ada fans
Portugal yang hadir dalam ibadah.. benar atau salah Bapak Ibu? Kalau ada
bolehkah lambaikan tangan? Sebenarnya jam 6 atau jam 7 pagi ini adalah
jadwal main dari Portugal. Kadang
torang susah untuk memilih antara hobi dan kebenaran. Kadang orang karena hobi
makanya kemudian mengabaikan nilai-nilai yang benar.
Saudara-saudara, minggu ini kita belajar tentang hubungan dalam keluarga serta
hubungan dalam pekerjaan. Dua hal yang pasti sangat berkaitan dengan kehidupan
kita semua, kita tidak dapat mengabaikan keluarga tapi kita juga tidak dapat
mengabaikan pekerjaan sebab keduanya sangatlah penting. Inilah hal yang kita
dapati dalam Efesus 6:1-9.
Terlebih dahulu mari kita lihat latar belakang kitab Efesus, dalam Efesus
pasal 1:1 mencatat bahwa penulis kitab ini adalah ”Paulus” yaitu rasul Yesus
Kristus, surat ini ditulis di sekitar tahun 60-62 Masehi ketika Paulus dalam
keadaan terpenjara yang kemungkinan besar ia berada di Penjara Roma.
Mari kita lihat bagian-bagian Firman khususnya teks yang kita baca:
Ayat 1-4 mengatur hubungan antara keluarga
Ayat 5-9 mengatur hubungan dalam pekerjaan
Kata “taat” merupakan sikap untuk tunduk dan patuh, sedangkan kata ”hormat”
merupakan suatu cara untuk menghargai dari ketulusan hati. Firman Tuhan
mengatakan bahwa semua anak harus
mentaati serta menghormati orangtuanya di dalam Tuhan, karena ayat 1 mencatat
bahwa ”itulah yang benar”. Kata benar diterjemahkan dari kata “Dikaion”. Dari
kata ini berangkat kata ”Dikaiosune” yang bermakna sifat dan keadaan yang
dikehendaki Tuhan.
Saudara, kita menyadari bahwa tidak ada orangtua yang sempurna, kadang
orang tua kita juga melakukan kelalaian atau pun juga kesalahan, lantas mungkin
timbul dalam benak kita ”apakah orangtua yang demikian layak untuk ditaati dan
dihormati?”. Sejauh mana orangtua LAYAK ditaati dan dihormati?
Firman Tuhan mengatakan bahwa mentaati Tuhan harus dalam bingkai ”di dalam
Tuhan”. Artinya ketika kita patuh dan menghormati orangtu itu harus ada pada
tindakan iman bahwa ”ini kehendak Tuhan, inilah yang benar dari Tuhan”. Kadang
kita memang mengalami kekecewaan, kita tidak bisa memilih dari rahim siapa kita
akan dilahirkan dan di keluarga mana kita akan dibesarkan, mungkin ada perasaan
yang timbul mengapa orang lain memiliki keluarga yang sempurna sedangkan kita
tidak.
Ingat bahwa Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa ketika orangtua kita
melakukan hal yang tidak pantas untuk diteladani, maka hal yang patut dilakukan
adalah lebih mendengarkan kehendak Tuhan.
Ayat 3 menyatakan bahwa ada janji Tuhan bagi orang yang menghormati ayah
dan ibunya yaitu ”supaya kami berbahagia dan panjang umurmu di bumi”. Ini bukan
tentang janji yang akan datang melainkan ini merupakan suatu kewajiban bahwa,
selama kita masih diberi kesempatan untuk menghormati orangtua maka lakukan hal
itu.
Ada ungkapan yang berkata “lebih baik seorang ibu merawat 12 orang anak,
dari pada 12 orang anak merawat seorang ibu”. Adakah ini berlaku dalam hidup
kita? Kadang baku-baku harap untuk memberi yang terbaik. Tapi ini juga sebenarnya jadi peringatana buat
orangtua, jangan pilih kasih dan jangan suka membeda-bedakan anak. Oh yang ini
kwa papa pe kesayangan, kong yang itu mama pe gula batu pada akhirnya
menimbulkan perselisihan dalam diri anak-anak.
Firman Tuhan mengajarkan bahwa “didiklah mereka dalam ajaran dan nasihat
Tuhan”, jangan didik dengan amarah. Sadar atau tidak kadang kala orangtua
bersikap otoriter, mendidik bukan dengan keras tapi mendidik dengan kekerasan. Kalau
Firman Tuhan mengatakan didik dalam ajaran dan nasihat Tuhan ingat bahwa ini
suatu pengajaran iman bahwa ternyata anak-anak kita bukan milik kita seutuhnya
melainkan milik Tuhan.
Suatu saat nanti anak-anak kita akan meninggalkan kita mungkin karena
pekerjaan, mungkin juga karena mengikuti suami atau isteri mereka, yang
tertinggal adalah ”suami isteri” yang tidak boleh dipisahkan oleh apapun dan
siapapun kecuali oleh maut, oleh karena itu jangan hanya mengasihi anak kong
lupa mengasihi pasangan hidup, demikian pula jangan hanya mengasihi pasangan
hidup kemudian mengabaikan anak-anak.
Ada banyak anak yang menganggap diri mungkin lebih tahu dari orang tua,
lebih bijak dari pada orangtua, pendidikan lebih tinggi dari orangtua, ingatlah
bahwa Allah memberikan suatu posisi yang terhormat bagi orangtua, maka pakai
momen ini untuk mengasihi keluarga kita.
Hal yang kedua yang diajarkan oleh rasul Paulus adalah ”kehidupan dalam
bekerja”.
Seorang yang disebut hamba atau doulos dalam masa Paulus, adalah seorang
yang bahkan tidak memiliki hak atas dirinya sendiri, ini tentu hal yang tidak
mudah untuk dijalani. Namun jika seorang hamba memiliki sikap yang Takut dan
gentar, tulus hati dan taat merupakan karakter seorang pekerja yang sangat
disukai oleh sang pemilik kerja. Karakter tersebut adalah gambaran tentang
seseorang yang tekun, jujur, ulet dan profesional terhadap apa yang
dipercayakan kepadanya. Kadang orang bekerja hanya untuk menyenangkan orang
lain, tapi Firman Tuhan katakan bahwa kalau bekerja maka lakukanlah dalam
bingkai ”ketaatan kepada Kristus”.
Orang yang takut akan Tuhan tetap bekerja dengan integritas, bahkan ketika
tidak ada seorang pun yang melihat. Kadang memang kita menjumpai bahwa
sekalipun kita telah bekerja dengan benar justru kita tidak mendapat apresiasi
dari pimpinan ataupun rekan sekerja kita, yang sering dapat apresiasi terkadang
karena dilihat dari latar belakang orang tersebut. Karena dia kita pe keluarga
jadi dia jo yang nae jabatan.
Saudara jangan berkecil hati karena ingat bahwa ayat 8 tertulis ”ia
akan menerima balasan dari Tuhan”. Artinya, manusia bisa saja tidak
menghargai usaha kita, tapi Tuhan itu adil, Tuhan tidak tutup mata. Jangan berkecil
hati dan jangan sesekali meninggalkan Tuhan, bukankah pekerjaan itu adalah
berkat dari Tuhan? Tapi jangan karena pekerjaan kemudian kita meninggalkan Tuhan.
Ingat lagu anak sekolah Minggu ”mata Tuhan melihat apa yang kita perbuat, buat
yang baik, buat yang jahat, oleh sebab itulah jangan berbuat jahat, ingat Tuhan
melihat”.
Bapak-Ibu, jika saat ini kita hadir dengan keluarga kita, bolehkah kita saling berdekatan? Silahkan Bapak, Ibu duduk bersama, silahkan cari keluarga masing-masing dan kita gunakan momen ini untuk untuk saling mendoakan keluarga kita.

Komentar
Posting Komentar